random pain jab

April 26th, 2008 by kathieee

I inject the pain into the vein on my left arm. There’s a bulk on that vein then: a concentrated, acidic, killing sensation that I’ve been longing for. I slowly massage the itching bulk…so slowly it feels good to have the pain forcing its way through my narrow besselslood v. As real as his absence, the pain started to crawl up my subclavian vein, heading towards my pumping heart, delaying each beat.

It feels as if I’m going to die.

BUT

Before I die, I shall be numb to all this suffering. I could just fly and be freed from all this nonsense.

And that split second before I die, I somehow came back to life.

It was so sudden, as if I pulled out my face and continued breathing after immersing my face in a tubful of cold water for 20 minutes.

Oh yeah.I’m numb.

But not dead.

*emo entry?hehe=p

Bookmark and Share

kakek tua

March 31st, 2008 by kathieee

Akankah kau sedang menatap bintang yang sama
Dengan yang berada di ujung pandanganku itu
Tujuan jiwaku menerawang
Menembus tabir waktu

Pria tinggi berusia senja itu duduk sendirian di bangku taman. Angin malam menyisir helai demi helai rambutnya yang keperakan. Guratan-guratan usia menelusuri keningnya, membingkai bibirnya. Kacamata berbingkai tebal itu pun tak mampu menyembunyikan kilatan parau di matanya.

Jemarinya menyentuh tempat kosong di samping kirinya dengan hati-hati, seolah menyentuh kehadiran seorang wanita yang dicintainya.
Lelaki berkemeja putih itu memejamkan matanya. Ia mencoba membayangkan pemegang kunci hatinya itu.
Rambutnya yang putih menyembunyikan daun telinganya, wajahnya dihiasi kerutan, sama seperti wanita seusianya yang lain. Namun bagi sang Kakek, dia tetaplah wanita tercantik di dunia.
Jemari kanannya hendak meraih rambutnya dan menyingkap wajahnya agar wanita cantik itu dapat melihat dunia dengan lebih jelas.

Ah… ternyata sosok indah itu hanyalah ilusi belaka. Bayangan kekasihnya itu menyemu begitu ia sadar dari khayalannya.

Kini, kakek itu hidup bagaikan seorang raja yang telah turun dari takhtanya. Seorang raja yang telah dipisahkan dari permaisurinya tercinta. Seorang raja yang dikalahkan oleh waktu… kesepian dan merindukan.

Hati-hati kakek tua itu memejamkan matanya, berusaha mendengarkan desir angin lebih jelas… “adakah pesan untukku dari surga?”. Tidak hari ini.

Kakek tua itu menghirup nafas dalam, seolah ingin mengalirkan kenangan masa mudanya ke setiap inci urat nadinya bersama nafas itu.

Perlahan, ia menghembuskan nafasnya dengan suara lirih. Ingatannya melayangkan usia kedelapan puluh limanya itu ke beberapa dekade yang lalu.

Dan jiwaku diterbangkan ke tempat kau berada
Oleh rindu

Kakek pun tidak lagi menarik nafas berat.

Bookmark and Share

bukan bintangku.

March 18th, 2008 by kathieee

dia bukanlah bintang di langit malamku.
dia hanyalah sekepul awan.
dia menaungi malam-malamku yang sepi.

dia mengajakku menengadah ke langit malamku.
dia mengajariku menjangka langit dengan caranya sendiri.
dia menunjukkan rasi bintangku yang sebenarnya…dengan menutupinya.

saat-saat indah itu bukan miliknya,bukan juga milikku.
saat-saat indah itu…biarlah selalu teringat.
rindu ini bukan miliknya, tapi milikku.
rindu ini…biarlah memudar.

tidak, dia tidak mengelabuiku.
tidak, dia tidak memanfaatkanku.
iya, akulah yang berteduh di bawahnya.

dia bukanlah bintang di langit malamku.
dia hanyalah sekepul awan.
(awan yang dihembus angin pergi secepat datangnya)
dia menaungi malam-malamku yang sepi…
dan menghilang segera sesudahnya.

Bookmark and Share

sarah mc lachlan- angel

March 6th, 2008 by kathieee
 

 

Artist: Sarah McLachlan lyrics
Album: Surfacing
Year: 1997
Title: Angel 
   

 

Spend all your time waiting
for that second chance
for a break that would make it okay
there’s always one reason
to feel not good enough
and it’s hard at the end of the day
I need some distraction
oh beautiful release
memory seeps from my veins
let me be empty
and weightless and maybe
I’ll find some peace tonight

in the arms of an angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie
you’re in the arms of the angel
may you find some comfort there

so tired of the straight line
and everywhere you turn
there’s vultures and thieves at your back
and the storm keeps on twisting
you keep on building the lie
that you make up for all that you lack
it don’t make no difference
escaping one last time
it’s easier to believe in this sweet madness oh
this glorious sadness that brings me to my knees

in the arms of an angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverie
you’re in the arms of the angel
may you find some comfort there
you’re in the arms of the angel
may you find some comfort here

Bookmark and Share

eyes wide opened but nothing came into view

February 21st, 2008 by kathieee

Forgive me.
I am in an ever-changing state of mind.
You might know me well enough
to say that I have lost myself.

Forgive me.
Everything seems transient to me now.
My rose-tinted glasses are broken.
My candle light is dimmed.

Forgive me.
I am still trying to figure things out.
Each tear and blood drop has coloured the blank canvass…
and I am grateful for the muddy footprints.

Forgive me.
I am floating in an unknown space.
Screaming, shouting… keeping quiet.
Hoping that someone will somehow discover me sometime.

Forgive me.
I am myself drowned in my own imagination…
Guesswork of how life’s supposed to be.
I hope someone will notice the diminishing air bubbles.

Help me.
I am trapped in uncertainty.
Torn between stability and curiosity
with every single breath i take.

***

E y e s  w i d e  o p e n e d ,

but nothing come into view.

Bookmark and Share

saybia-the second you sleep

February 16th, 2008 by kathieee
nice song,though it’s kinda outdated…
Saybia The Second You Sleep Lyrics

You close your eyes
And leave me naked by your side
You close the door so I can’t see
The love you keep inside
The love you keep for me

It fills me up
It feels like living in a dream
It fills me up so I can’t see
The love you keep inside
The love you keep for me

I stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
I wish by God you’d stay

I stay awake
I stay awake and watch you breathe
I stay awake and watch you fly
Away into the night
Escaping through a dream

I stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
I wish by God you’d stay

Stay
Stay

I stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone
I wish by God you’d stay

Stay awake
Stay
Stay

I wish by God you’d stay

Bookmark and Share

terlalu lelah untuk bercinta?

June 12th, 2007 by kathieee

jgn salah paham dulu.saya tidak bermaksud untuk menulis artikel yang ’syur’ di sini.jadi kalian tidak akan menemukan apa yang kalian cari di blog saya ini.tulisan ini ditujukan kepada mereka yang sedang berada dalam tahap pemikiran yang sama dengan saya, yaitu tahap di mana perasaan cinta terasa tak lagi masuk akal.

bukan karena saya menjadi pecinta sesama jenis, tetapi saya mulai berpikir bahwa…mungkin, mungkin saja, cinta itu memang diciptakan untuk menjadi cobaan. dengan mencintai seseorang, kita akan dipaksa untuk melewati berbagai macam ujian yang menyiksa batin. siapapun, yang sedang terlibat dalam ‘cinta’, akan mengalami perubahan dalam dirinya. memang benar bahwa dia akan menjadi lebih berseri-seri dan tersenyum lebih banyak. namun di sisi lain, mari kita pertimbangkan fakta bahwa dia akan mejadi apa yang kita namakan ‘pencemburu’ dan ‘posesif’. dua sifat inilah yang biasanya menjadi lubang-lubang dalam sebuah perjalanan cinta.

jadi,apa gunanya cinta? toh kita hanya akan berakhir sebagai dua insan terpisah. lihat saja tingginya angka perceraian. memang saya harus mengakui bahwa banyak perceraian yang diakibatkan oleh tidak sehatnya sebuah perkawinan, misalnya perkawinan yang dibayang-bayangi kekerasan dalam rumah tangga. saya menujukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada pasangan yang bercerai dengan alasan yang serupa dengan Jessica Simpson, kehilangan gairah. kenapa orang-orang yang sudah menikah dan bercerai itu tidak mencari kembali cinta mereka yang dulu dan mempertahankan perkawinan mereka? saya tidak bermaksud untuk ikut campur dalam urusan orang lain; mungkin mereka pun telah mencoba untuk kembali saling mencintai. kalau sepasang suami istri bercerai karena salah satunya berselingkuh, saya mempunyai satu pertanyaan yang mungkin tidak ada seorang pun yang mampu menjawabnya: apakah perasaan dendam dan gengsi telah melampaui kelapangan dada dan sifat pengertian serta pemaaf seseorang? apalagi mereka yang meninggalkan anak-anak dalam kondisi dan status kepemilikan yang tidak jelas. benar-benar tidak bertanggung jawab.

saya berharap akan melihat cinta di dunia. saya ingin menghirup cinta dan menghembuskannya kembali ke angkasa. saya membenci mereka yang, karena keegoisannya dan keangkuhannya, telah merusak reputasi cinta. saya muak dengan mereka yang mengaku sebagai raja dan ratu cinta. saya ingin membagi-bagi cinta saya kepada mereka yang benar-benar memerlukan, bukan mereka yang menganggap cinta hanya sebagai sebuah mainan. saya tidak bermaksud untuk berlagak menjadi Miss Universe atau siapapun, tetapi saya benar-benar merasa bahwa cinta itu harus dibagi-bagikan, bukan hanya diserahkan seutuhnya kepada seseorang yang awalnya kita kira tepat namun berakhir sebagai seorang bajingan.

saya tidak akan menyangkal kalau ‘jatuh cinta itu berjuta indahnya’. saya juga pernah jatuh cinta, dan saya masih ingat bahwa saat-saat itu adalah saat-saat terindah dalam hidup saya. tetapi sekarang yang terus melintas di benak saya adalah ‘luka karena jatuh cinta itu tidak akan pernah hilang’.

Bookmark and Share

Hail ASEAN COMMITTEE 2006-2007

May 27th, 2007 by kathieee

Today is our handover lunch. Pariss buffet,and according to Ms.Tan was ‘unique’.well, we gave out special souvenirs like puzzle, lips-shaped clips, massage stick etc. to our juniors.

it was marvellous.

im not talking about the lunch itself.yea i feel damn full,even till now.but im talkin bout the year we’ve been thru.

asean dance-masquerade

signature hunt

asean night-black parade.

it’s wonderful.it’s…just..WOW.

im really proud of being in the comm.

i really enjoyed our moments.

and im so damn sad to leave this comm.

to the comm members, if you’re reading this…i’m very happy to work with all of you.you guys did a GREAT job.i  m e a n  i t. yea. it’s funny to remember the way u sabo me sometimes(to catwalk during the interview)but it’s worth to remember.i learnt a lot from you.patience,creativity,boldness,courage,time management,stress management, conflict management. thanks for painting the colours on my plain canvas of singapore life.thanks a lot. love you guys.

to the new comm members, if you’re reading this… we left a legacy,you know.we did it.we succeeded,and im very proud to tell you the fact.i hope you can enjoy your comm as much as we did, and good luck for asean dance!

thank you for making this happen.

my voice was shaking when i was giving a ’speech’ just now.i dont know whether you guys can notice that.i was so moved.im just startled at how much we’ve grown.yea.it all starts from a ZERO.

again,thanks for making this happen.

Bookmark and Share

sebuah cerpen: Kekasih Gelap

April 17th, 2007 by kathieee

Cerpen ini diinspirasikan oleh lagu Pink yang berjudul ‘Nobody knows’. ‘**’ berarti dua baris yang dikosongkan.

Jikalau aku mengaku sebagai kekasih gelap Romi, apakah yang akan menjadi reaksi spontanmu?

**

Tertawalah.

Karena Romi adalah pemuda berbakat yang paling dicintai oleh seisi sekolah ini. Romi tampan, tinggi, berasal dari keluarga terhormat… pendek kata, tidak bercela. Dialah sang pangeran impian.

Romi terlalu sempurna untuk gadis yang berasal dari kegelapan sepertiku. Aku adalah seseorang yang dikucilkan oleh seisi sekolah karena terlalu mencintai kegelapan. Tubuhku kurus dan wajahku tirus bak penghisap linting setan. Aku tak lebih, bahkan kkurang, daripada seseorang yang ditenggelamkan oleh hiruk pikuk dunia SMA.

**

Tetapi, sungguh.

Aku adalah kekasih gelap Romi yang selalu bersembunyi di bawah naungan pelepah aib. Kami memang saling mencintai. Sepertinya, walaupun terlalu indah untuk menjadi kenyataan, Romi mencintaiku apa adanya.

**

Hari ini adalah hari kelulusan kami, hari terakhir kupijakkan kaki hina ini di lantai gedung yang telah kuanggap sekolah selama tiga tahun terakhir. Sedih, namun aku memilih untuk duduk sendirian di kelas. Karena aku tahu bahwa riuh rendah, canda tawa, dan air mata di luar sana bukanlah untukku.

Romi menghampiriku pada terik siang itu. Dia menepis segala kemungkinan bahwa banyak orang-orang iri di luar sana yang akan menyaksikan. Dia menyunggingkan senyuman malaikatnya. Sebelum aku sempat kembali ke bumi dari surga rekaan kami berdua, dia meraih jemariku, yang memang tergeletak di atas meja.

(Romi memang begini. Dia tidak malu dengan cinta kami. "Cinta kita suci, Julia. Kenapa aku harus malu menunjukkannya kepada mereka?" terngiang kata-katanya dulu di telingaku.)

Secepat kilat, aku menarik jemariku dari genggamannya seraya mendesis, "pergi. Jangan kaudekati aku di tempat seperti ini!"

(Melainkan Romi, akulah yang justru malu mengakui cinta kami. Aku tak ingin dianggap perempuan penggoda. Aku tak ingin mengaratkan reputasi Romi yang cemerlang. Lagipula, aku yakin tak akan ada seorang pun yang rela melihat Romi menjadi kekasihku. Itulah sebabnya aku mengubur cinta kami jauh ke dalam sumur kegelapan.)

Romi mengatupkan bibirnya penuh pengertian. Sebagai gantinya, dia menyelipkan secarik kertas ke sela-sela jermariku. Romi berdeham penuh maksud, kemudian berlalu dari pandanganku.

Kulirik secarik kertas itu.

"Jam 4 sore, tempat biasa."

**

Jalan-jalan sore itu terasa damai, karena tak ada yang akan mengenali kami di pesisir kota seperti ini. Sayangnya, hari itu harus diakhiri dengan perpisahan, yang ternyata adalah awal dari sebuah perpisahan yang lain.

Romi akan berkuliah di Amerika. Dia akan berangkat besok pagi.

Dia sengaja merahasiakan hal ini sejak awal. Romi terlalu mengenalku, dan dia tahu bahwa aku akan menangis.

"Sudah, sudah. Cinta kita terlalu kokoh untuk direntang jarak. Di manapun aku berada, percayalah, kamu akan selalu kubawa di sini," hibur Romi, sambil menepuk dada kirinya.

Sambil mendekapku erat-erat,Romi menyeka air mata yang menelusuri pipiku, dan mengecup bibirku untuk yang terakhir kalinya.

Ingin rasanya aku menghentikan detak jarum jam pada saat itu juga.

**

Sepertinya benar kata Romi. Cinta yang murni akan tetap murni sekalipun direntang jarak dan waktu.

Kami masih berhubungan seperti biasa. Kami masih berbincang-bincang seperti biasa.

Tetapi jujur saja, aku tidak mempercayai kesetiaan Romi. Dia akan mendapatkan kekasih baru segera setelah dia mampu melupakanku. Pasti banyak gadis yang lebih layak untuknya daripada aku di negeri Antah Berantah itu.

**

Benar dugaanku, hubungan jarak jauh kami hanya bertahan selama kurang dari 3 bulan. Tiba-tiba aku tidak dapat menghubunginya lagi. Romi bukan hanya ditelan bumi, tapi juga ditenggelamkan oleh keraguanku.

Pasti dia telah menemukan kekasih baru. Romi tak akan tetga memberitahuku, jadi dia memilih untuk melenyapkan diri. Seakan-akan harum tubuhnya dari ingatanku bisa ditiup oleh angin gurun pasir saja.

Aku dengan berat hati meneruskan hidupku. Aku berkuliah, menikah, dan membina keluarga seperti layaknya seorang wanita yang memungut sisa-sisa harga diri dan ketegarannya.

Namun malaikat bernama Romi itu tidak pernah kuhapus dari kenangan hatiku. Aku ingin mencari tahu keadaannya sekarang.

**

Kira-kira 30 tahun setelah hari kelulusan kami dulu, dan bekas SMA kami menggelar sebuah reuni akbar.

Ini adalah satu-satunya kesempatanku untuk bertemu lagi dengan Romi. Secantik apakah istrinya? Masihkah dia memiliki senyuman malaikatnya itu?

Aku mencari-cari sosok pria dewasa bernama Romi itu di tengah riuh rendah, canda tawa dan air mata orang-orang dewasa yang menemukan kembali puing-puing masa mudanya.

AKU TIDAK DAPAT MENEMUKANNYA!

Pantang putus asa, aku pun menanyakan kehadiran Romi pada rekan-rekan panitia penyelenggara acara.

"Romi? Dia sudah Almarhum dalam sebuah kecelakaan naas di Amerika," jawab salah satu dari mereka, singkat.

Aku bingung dan terkejut. Terlalu cepat untukku menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi. Seutas senar logikaku baru saja mereka putuskan.

"Mengapa tidak ada yang memberitahuku?"

Rekannya yang lain menyeletuk sinis, "acara pemakaman adalah sebuah acara pribadi, dan tentunya tidak dibuka untuk umum. Memangnya kamu teman atau kerabat dekatnya?"

**

Aku terpaku. Aku adalah kekasih gelapnya! jerit hatiku. Namun tidak ada sedecit pun suara yang keluar dari tenggorokanku. Diam-diam aku mengakui kebenaran komentar orang asing itu.

Hatiku pedih. Selama ini aku mencurigai cinta Romi yang murni. Romi membawa mati cintanya, namun aku menuduhnya berkhianat.

Kekasih gelap memang tidak berhak mengetahui apakh belahan jiwanya masih hidup.

**

Waktu telah menanti selama 30 tahun untuk menguak rahasia kami dan keagungan seberkas cinta.

Aku akan tetap setia menjadi kekasihnya yang hidup di dalam kegelapan.

17 April 2007.

copyright by Katharine.

Bookmark and Share

analogi mawar,abu dan angin.

April 5th, 2007 by kathieee

setangkai mawar yang hampir layu ujungnya disulut api.

.

bunuh sang mawar

!

supaya mawar cantik itu gugur dengan anggun.

supaya mawar cantik itu tak sempat layu.

sehingga abunya berasal dari tangkai mawar,

bukan bangkai mawar.

~~

dan biarlah abu itu tetap menjadi abu

karena ia tak akan kembali menjadi setangkai mawar

karena abu pun memiliki keindahannya sendiri

.

(indah, karena tak ada sesiapa yang mampu memusnahkan abu lebih jauh lagi. )

.

..

biarlah abu itu dihembus angin

bawalah setiap butirnya ke sudut kota yang tak terjangkau.

bawalah setiap butirnya ke tempat kenangan setangkai mawar itu.

~~

angin… tiupanmu lembut namun pilu.

namun tak apa,

teruskanlah perjalananmu membawa butir-butir abu ke tempat yang jauh.

*

Bookmark and Share